Diskusi Profesi merupakan salah satu agenda rutin tahunan Prodi Pendidikan Fisika. Acara ini digelar karena dilatarbelakangi oleh pentingnya kebersamaan antar angkatan sesama mahasiswa. Selain menjalin keakraban, Diskusi Profesi - atau biasa disingkat Disprof - menjadi sarana untuk berbagi pengalaman dan serba - serbi pendidikan antara alumni dan para mahasiswa. Para alumni biasanya akan menceritakan suka duka menjadi pengajar fisika di sekolah demi membuka wawasan para mahasiswa tentang dunia kerja. Tidak hanya diskusi, acara ini juga memiliki sesi outbound. Sesi outbound yang diselenggarakan juga tidak jauh - jauh dari ilmu fisika. Permainan yang disuguhkan merupakan aplikasi dari bidang fisika untuk memperdalam ilmu para mahasiswa. Selain hal - hal yang telah disebutkan di atas, tujuan lain dari Disprof adalah untuk melatih jiwa leadership mahasiswa. "Karena panitia penyelenggara adalah pihak mahasiswa, maka dapat dipastikan mereka harus bekerja keras untuk menyiapkan acara ini agar berjalan lancar. Dari sini lah para mahasiswa harus belajar berkomunikasi," jelas Herwinarso, Ketua Jurusan Prodi Fisika. Beliau berharap bahwa acara ini dapat melatih kemampuan memimpin para mahasiswa.
www.FUN AND CHALLENGING PHYSICS.com
deviasi
babak deviasi merupakan tahap awal dalam lomba FCP ini. dimana para peserta lomba akan di uji dengan bebragai soal sesuai dengan materi yang mereka sudah dapatkan dalam jenjang pendidikan mereka. jumlah soal yang akan mereka kerjakan berjumlah 50 butir soal.dalam proses pengerjaanya beberapa peraturan akan di terapkan selama babak deviasi ini berlangsung selain itu dalam babak ini para peserta tidak perlu khawatir karena soal-soal itu akan dikerjakan bersama dalam 1 tim.
rallygames
selanjutnya adalah babak rally game yang menjadi babak kedua dalam lomba FCP. dalam babak rally game ini para peserta lomba akan tetap dalam timnya masing-masing. dan dalam prosesnya para peserta akan bermain dengan berbagia permainan dan tentunya berbau FISIKA. setiap pos akan ada 1 jenis game yang akan dimainkan oleh peserta fcp dan setelah game dalam pos itu berhasil dimainkan dan kerjakan maka mereka akan menuju pos baru dengan game yang berbeda pula. dan setelah semua game tim selesaikan maka fohm penilaian mereka akan diserahkan pada panitia untuk dihitung semua nilai yang mereka dapat dari berbagai pos.
setelah babak deviasi selesai saatnya masuk ke babak dimana para peserta FCP akan melakukan eksperimen seperti pada gambar diatas. eksperimen
Finalis
PKM merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian masyarakat (semula Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti), Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Ristek Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik (mahasiswa) di Perguruan Tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkaya budaya nasional. PKM dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditjen Dikti. Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini sarat dengan partisipasi aktif mahasiswa, diintegrasikan ke dalam satu wahana,yaitu PKM. PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitas dan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang Tinggi. Dalam rangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk Mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap, tanggungjawab, membangun Kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam Bidang ilmu yang ditekuni. Sekarang Program Kreativitas Mahasiswa ada 7 Bidang Pada awalnya, dikenal lima jenis kegiatan yang ditawarkan dalam Program kreativitas mahasiswa, yaitu:
1. PKM penelitian (PKM-P) 2. PKM Kewirausahaan (PKM-K) 3. PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) 4. PKM Penerapan Teknologi (PKM-T) 5. PKM Penulisan Ilmiah (PKM-I)
Sejak Januari 2009, Ditlitabmas mengelola 6 (enam) PKM. Kompetisi Karya Tulis Mahasiswa(KKTM) yang semula menjadi tugas Direktorat Akademik dalam pengelolaannya, dilimpahkan kepada Ditlitabmas. Karena sifatnya yang identik dengan PKM-I, KKTM selanjutnya dikelola bersama-sama PKM-I dalam PKM-Karya Tulis (PKM-KT). Dengan demikian, di dalam PKM-KT terkandung dua program penulisan, yaitu: PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT). PKM-I atau selanjutnya disebut PKM-AI yang merupakan artikel hasil kegiatan, tidak lagi ditampilkan dalam PIMNAS, namun dimuarakan pada e-journal. Sedangkan PKM-GT yang berpeluang didiskusikan dalam forum terbuka, diposisikan sebagai pengganti PKM-AI di PIMNAS. Pada tahun 2011, jumlah bidang PKM bertambah menjadi tujuh dengan terbitnya bidang PKM-Karsacipta. PKM dialokasikan di Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat bagi seluruh perguruan Tinggi melalui penyediaan dana yang bersifat kompetitif, akuntabel dan transparan. Secara garis besar PKM dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu PKM Proposal kegiatan yang meliputi PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T dan PKM-KC yang selanjutnya disebut PKM 5 bidang, dan PKM Proposal karya tulis yang selanjutnya disebut PKM-KT.
PKM-P Merupakan program penelitian yang dimaksudkan untuk mampu menjawab berbagai macam permasalahan yang berkaitan dengan isu terkini, misalnya mengidentifikasi faktor penentu mutu produk, pengembangan metode pembelajaran, inventarisasi atau eksplorasi sumber daya, modifikasi produk, identifikasi dan pengujian khasiat senyawa kimia bahan alam, atau merumuskan teknik pemasaran. PKM-P juga dapat berbentuk upaya pemecahan masalah humaniora, misalnya, survei kesehatan anak jalanan, metode pembelajaran aksara daerah di siswa sekolah dasar, laju pertumbuhan ekonomi di sentra kerajinan, atau faktor penyebab tahayul yang mewarnai perilaku masyarakat daerah dan hal -hal yang berkaitan dengan kearifan lokal.
PKM-K Merupakan program pengembangan ketrampilan mahasiswa dalam berwirausaha dan berorientasi pada profit. Komoditas usaha yang dihasilkan dapat berupa barang atau jasa yang selanjutnya merupakan salah satu modal dasar mahasiswa berwirausaha dan memasuki pasar. Jadi pemeran utama berwirausaha dalam hal ini adalah mahasiswa, bukan masyarakat, ataupun mitra lainnya.
PKM-M Merupakan program penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam upaya peningkatan kinerja, membangun keterampilan usaha, penataan dan perbaikan lingkungan, penguatan kelembagaan masyarakat, sosialisasi penggunaan obat secara rasional, pengenalan dan pemahaman aspek hukum adat, upaya penyembuhan buta aksara dan lain-lain bagi masyarakat baik formal maupun non-formal, yang sementara ini dinilai kurang produktif. Disyaratkan dalam Proposal program ini adanya komitmen bekerjasama secara tertulis dari komponen masyarakat yang akan dibantu/menjadi khalayak sasaran.
PKM-T Merupakan program bantuan teknologi (mutu bahan baku, prototipe, model, peralatan atau proses produksi, pengolahan limbah, sistem jaminan mutu dan lain-lain) atau manajemen (pemasaran, pembukuan, status usaha dan lain-lain) atau lainnya bagi industri berskala mikro atau kecil (industri rumahan, pedagang kecil atau koperasi), menengah atau bahkan berskala besar, yang menyangkut kepentingan masyarakat luas dan sesuai dengan kebutuhan calon mitra program. Mitra program yang dimaksud dalam hal ini adalah kelompok masyarakat yang dinilai produktif, misalnya: pedagang, penjual jasa dan sebagainya. PKM-T mewajibkan mahasiswa bertukar pikiran dengan mitra terlebih dahulu, karena produk PKM-T merupakan solusi atas persoalan prioritas mitra. Dengan demikian, di dalam usul program harus dilampirkan Surat Pernyataan Kesediaan bekerjasama dari Mitra.
PKM-KC Merupakan program penciptaan yang didasari atas karsa dan nalar mahasiswa, bersifat konstruktif serta menghasilkan suatu sistem, desain, model/barang atau prototipe dan sejenisnya. Karya cipta tersebut bisa saja belum memberikan nilai kemanfaatan langsung bagi pihak lain.
PKM-AI Merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan kelompok dalam bidang pendidikan, penelitian atau pengabdian kepada masyarakat (misalnya studi kasus, praktik lapang, KKN, PKM, magang).
PKM-GT Merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau gagasan visioner kelompok mahasiswa. Gagasan yang dituliskan dapat mengacu kepada isu aktual yang ada di masyarakat dan memerlukan solusi sistem yang berjangka panjang berdasarkan hasil karya pikir yang cerdas dan implementatif.
www.FISIKA UKWMS.com
/yuliana%20p.%20m.%20%20Mala%20(1113015021)/gerakjalan.jpg)
gerak jalan merupakan salah satu kegiatan yang diikuti oleh seluruh masyarakat surabaya yang berminat dan biasanya dilaksanakan pada saat merayakan ulang tahun surabaya. dan mahasiswa/i fisika juga mengambil peran dlam mengikuti gerak jalan ini. siswa/i yang ikut adalah mereka yang berminat sehingga sisanya yang tidak berminat itu akan menjalankan peran mereka sendiri untuk menyiapkan segala kebutuhan para peserta gerak jalan dengan tugas yang dibagi berdasarkan angkatan.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar